Senin, 18 Februari 2013

Itu bukan Cinta Namanya yaaa Ukhti


Yang namanya pacaran pasti punya banyak resiko.. 

Ana pernah melihat seorang perempuan yang rela ditambar laki2.. 

Astagfirullah... 

Wajarkah hal itu ?? Tentu tidak bagi kita yg melihatnya.. 

Terus dia yang ditampar wajar gak ya ?? 
Banyak org yg mengatasnamakan cinta u/ menjawab pertanyaan ni... 
Benarkah itu cinta ?? Benarkah cinta itu melukai ?? 
Berpikirlah secara logika ukhti, jngan gunakan persaanmu,,
Ketahuilah ukhti, cinta itu tak akan melukai, cinta itu tak akan pernah rela menyakiti..
Sadarlah ukh.. 


Pikirkan masa depanmu, pikirkan masa depan anak-anakmu kelak.. 

Pikirkan baik-baik, baru menjadi pacar dia sudah berani melukaimu yang belum menjadi halal untuknya, kamu yang belum jadi miliknya,,


Bgaimana jika nanti kamu jadi miliknya ??? Berhentikah dia melukaimu ?? Atau dia akan lebih melukaimu ??? 

Wahai ukhti.. Dia yang kini pacarmu belum tentu akan jadi halal bagimu,, tak sayangkah engkau dg dirimu sendiri ?? 
Jangan mempertaruhkan harga dirimu untuk pria seperti itu ukh.. 
Sadarlah ukh.. Sadarlah... !!! 
Semoga Allah memberikan psngan yang terbaik untuk kita semua.. 

Psangan yang tak hanya menyayangi kita, tapi, pasngan yang mampu menjaga kita dan anak-anak kita,, 
psngan yang melindungi kita dan anak-anak kita tanpa harus melukai dan menyakiti kita.. 
Amin Ya Rabbal alamin

Rabu, 06 Februari 2013

♥DAHSYATN YA KASIH SAYANG SANG AYAH♥


"Bapak..! Campai kapan kita puaca..? Olang-olang udah pada buka pak.. Tapi kita belum..!'' Ujar seorang anak kepada ayahnya.


"Sabar nak.. Tunggu sebentar lagi..!" Jawab sang ayah.

"Kita halus tunggu campai kapan pak..? Udah 2 hali kita belum buka puaca.. Pelutku udah ga kuat lagi menahan lapel pak..!" Keluh sang anak.

"Tunggu ya nak.. Bapak belikan sesuatu buat kamu makan..!" Sahut sang ayah sambil berjalan meninggalkan anaknya menuju warung.

Tak lama kemudian sang ayah balik lagi sambil menenteng sebuah kantong kresek hitam.
"Apa itu pak..?" Tanya sang anak.

"Ini roti tawar nak.. Ayo makan.. Ini akan mengurangi sedikit rasa laparmu..!" Jawab sang ayah.

Sang anak itu pun langsung melahap roti tawar yang di belikan oleh ayahnya. Sambil duduk di atas trotoar, sang anak melahap roti itu sampai habis. Sang ayah merasa sedikit lega melihat anaknya menghabiskan roti tawar itu. Anaknya yang baru berusia 3 tahun terpaksa harus berpuasa karena memang tidak ada lagi yang dapat mereka makan. Ayahnya hanyalah seorang pengemis. Sedangkan ibunya sudah lama meninggal dunia. Seharian ini mereka berdua tidak mendapatkan hasil dari mengemis. Dan uang yang tersisa pun sudah habis untuk membeli roti tawar.

"Pak.. Aku macih lapal.. Pelutku macih cakit.. Aku macih pengen makan pak..!" Rengek si anak.

"Bapak tidak punya uang lagi nak..!" Jawab sang ayah.

"Tapi aku macih pengen makan pak.. Ngehikz.. T_T !!!"

Sang ayah tidak menjawab. Pandangan matanya kosong menghadap ke sebuah warung nasi. Si anak masih terus merengek minta makan.
"Tunggu di sini ya nak.. Jangan kemana-mana.. bapak akan bawakan makanan enak buat kamu..!" Sahut sang ayah.

"Iya pak..! " Balas si anak.

Sang ayah pun pergi beranjak menuju warung nasi itu. Sedangkan sang anak hanya memperhatikan dari jauh kemana ayahnya pergi.

10 menit berlalu, hingga 20 menit sang ayah belum muncul-muncul juga. 30 menit barulah sang ayah muncul dari kejauhan sambil berlari ke arah anaknya dengan memegang kantong kresek hitam.
Si anak langsung sumbringah melihat ayahnya membawa sesuatu.
Tapi.....
Baru saja ayahnya nongol dari kejauah, seorang lelaki berbadan besar menghantam sang ayah dengan kakinya. Sang ayah pun jatuh guling-guling.

"INI DIA MALINGNYA...!!!­ " Teriak lelaki itu dan masa pun berkumpul menghajar sang ayah.
Masa yang terpancing oleh emosi itu langsung menghantamkan kayu dan batu ke tubuh sang ayah. Sang ayah langsung menjerit kesakitan dari hantaman tersebut. Lolongan keras sang ayah membuat sang anak ketakutan dan menangisi ayahnya yang sedang di hajar masa. Salah satu dari masa menghantamkan batu besar ke kepala sang ayah. Sehingga sang ayah berhenti menjerit tak berdaya dan tertelungkup sambil memegangi kantong kresek hitam yang di curinya.

"BAKAR...BAKAR ...BAKAR...!! !" Seru para masa.
Mendengar hal itu, sang anak langsung berlari menghampiri ayahnya.
"AYAH. ..!!! Ngehikz hikz..T_T Tolong jangan bakal ayahku...!!" Re ngek si anak sambil mendekati ayahnya yang sudah bersimbah darah.

Si anak langsung mengguncang-gun­cangkan tubuh ayahnya sambil menangis. Lalu sang ayah menjulurkan tangannya ke arah anaknya sambil memberikan kantong kresek hitam yang di curinya tadi.

"Ini nak... Ma... makan lah.. Ayah membawakanmu ayam goreng untukmu..!!" Uj ar sang ayah dengan nafasnya yang tersengal-senga­ l.

Si anak yang masih polos itu langsung mengambil kantong kresek hitam itu dan memakan ayam itu di hadapan ayahnya.

Astaga...!! Betapa sedihnya perasaan anak itu.
Masa yang mengerumuni ayah dan anak itu langsung terdiam dengan penuh penyesalan dan rasa iba. Sungguh sudah menjadi dosa besar setelah menghajar ayah itu. Masa pun menggotong tubuh sang ayah ke tempat yang lebih layak.

Kini Sang ayah pun memejamkan matanya dan nafasnya sudah berhenti. Dan sang anak pun langsung menangis sekencang-kenca­ ngnya.

Semua telah terjadi. Masa yang telah membunuh ayah dari anak itu hanya bisa menyesali perbuatannya. Satu satu dari mereka langsung menghampiri anak itu dan meminta maaf pada si anak.

"Maafin kami.. Kami sungguh menyesal..!!" U jar salah satu dari masa.
Namun hasilnya membuat sang anak menangis makin kencang.
.
.
.
PESAN MORAL :


Tidaklah mudah menjadi seorang ayah. Apalagi beban tanggung jawab ayah itu sangatlah berat. Untuk itu sayangilah ayah dan ibumu selagi mereka masih ada dan sertakanlah do'a setiap saat jika ayah dan ibumu sudah tidak ada. Karna itulah satu-satunya yang di harapkan oleh kedua orang tuamu










Senin, 04 Februari 2013

♥ANDAI HARI INI AKU DIMAKAMKAN♥


Hari ini Aku Mati
Perlahan...
Tubuhku ditutup tanah,
Perlahan...
Semua pergi meninggalkanku...

Masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka,
Aku sendirian,
Di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
Sendiri,
Menunggu pertanyaan malaikat...

Belahan hati,
Belahan jiwa pun pergi.
Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain.
Aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka...

Sanak keluarga menangis,
Sangat pedih,
Aku pun demikian,
Tak kalah sedih...

Tetapi aku tetap sendiri,
Di sini, menunggu perhitungan,
Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,
Dan maaf pun tak bakal didengar,
Aku benar-benar harus sendiri...

Ya Allah...
Jika Engkau beri aku 1 lagi kesempatan,
Jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milik-MU,
Untuk aku perbaiki diriku,
Aku ingin memohon maaf pada mereka...

Yang selama ini telah merasakan dzalimku,
Yang selama ini sengsara karena aku,
Tersakiti karena aku...

Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini yang telah kukumpulkan,
Yang bahkan kumakan,
Ya Allah beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
Untuk berbakti kepada Ayah dan Ibu tercinta...

Teringat kata-kata kasar dan keras yang menyakitkan hati mereka,
Maafkan aku Ayah dan Ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu,

Beri juga ya Allah aku waktu untuk berkumpul dengan keluargaku,
Menyenangkan saudara-saudaraku... Untuk sungguh-sungguh beramal soleh.

Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu lebih lama lagi...
Begitu menyesal diri ini...
Kesenangan yang pernah kuraih dulu...
Tak ada artinya sama sekali...

Mengapa kusia-siakan waktu hidup yang hanya sekali itu...?
Andai aku bisa putar ulang waktu itu...

Aku dimakamkan hari ini,
Dan ketika semua menjadi tak termaafkan,
Dan ketika semua menjadi terlambat,
Dan ketika aku harus sendiri.
Untuk waktu yang tak terbayangkan sampai yaumul hisab dan dikumpulkan di Padang Mashar...

Jumat, 01 Februari 2013

♥KISAH NYATA: SAYA HARUS MEMBUANG AIR SUSU SAYA BU♥

♥♥♥Cerita Ini Aku Abadikan Karena Akuu very..veryy..veryy suka....♥♥♥


Kisah ini didapatkan dari Riyadh Saudi Arabia. Di sebuah desa Huraimla, ada seorang wanita yang sudah dinyatakan oleh Dokter terkena kanker darah, kondisi fisiknya sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa. Untuk merawat dirinya dan memenuhi semua keperluannya, dia mendatangkan pembantu dari Indonesia. Pembantu ini adalah seorang wanita yang taat beragama.

Satu minggu setelah bekerja, Majikan merasa pekerjaannya dianggap bagus. Majikan wanita selalu memperhatikan apa yang dia kerjakan. Suatu waktu si Majikan memperhatikan kelakukan aneh si pembantu. Pembantunya ini sering sekali ke kamar mandi dan berdiam cukup lama.

Dengan tutur kata yang lemah lembut si Majikan bertanya. "Apa yang sebenarnya engkau lakukan di kamar mandi?" Pembantu itu tidak menjawab, tetapi justru menangis tersedu-sedu. Si Majikan menjadi iba dan kemudian menghiburnya sambil menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

Akhirnya Pembantunya itupun bercerita bahwa dirinya baru 20 hari melahirkan anaknya. Karena desakan ekonomi itulah dia terpaksa berangkat bekerja sebagai TKW di Arab Saudi.

"Saya harus membuang air susu saya Bu, kalau tidak dibuang dada saya terasa sesak dan penuh karena tidak disusu oleh anak saya."

Air susu yang menumpuk dan tidak tersalurkan itulah yang membuatnya sakit sehingga harus diperas dan dibuang di kamar mandi.

"Subhanallah, Anda berjuang untuk anak dan keluarga Anda," Kata majikan. Ternyata majikannya tidak seburuk seperti yang diceritakan di koran-koran atau televisi. Seketika itu juga si majikan memberikan gajinya secara penuh selama 2 tahun sesuai dengan akad kontraknya dan memberikannya tiket pulang.

“Kamu pulanglah dulu, uang sudah saya berikan penuh untuk 2 tahun kontrakmu, kamu susui anakmu secara penuh selama 2 tahun dan jika kamu igin kembali bekerja kamu mengubungi telepon ini sekaligus saya akan mengirim uang untuk tiket keberangkatanmu.”

“Subhanallah, apa Ibu tidak apa-apa saya tinggal?” Si Majikan waktu itu hanya menggelengkan kepala bahwa apa yang kamu tinggal lebih berharga dari pada mengurus saya.

Setelah pembantu itu pulang, majikan mengalami perubahan luar bisa. Pikirannya menjadi terfokus pada kesembuhan dan hatinya menjadi sangat senang karena dapat membantu orang yang sedang kesulitan.

Hari-harinya tidak lagi memikirkan sakitnya lagi, yang ada hanyalah rasa bahagia. Sebulan kemudian dia baru kembali lagi ke rumah sakit untuk kontrol. Dokter yang menanganinya segera melakukan pemeriksaaan mendetail. Tapi apa yang terjadi?

Dokter yang menangani awal tidak melihat ada penyakit seperti diagnosa sebelumnya. Dia tidak melihat ada penyakit kanker darah yang diderita pasiennnya. Dokter itu terkagum-kagum, bagaimana mungkin bisa sedahsyat dan secepat itu penyakitnya bisa sembuh, apalagi kanker darah. Apa telah terjadi salah diagnosa?

Akhirnya Dokter itupun bertanya, apa sebenanrnya yang telah dilakukan oleh pasien.

Wanita itupun menjawab; "Saya tidak melakukan apa-apa dengan sakit saya, mungkin sedekah yang telah saya lakukan ke pembantu saya telah membantuku sembuh, nyatanya setelah saya menolong hati saya menjadi lebih bergairah untuk sembuh dan hidup, saya mempunyai pembantu yang sedang menyusui anaknya tapi susu itu tidak dapat disalurkan dan harus dibuang di kamar mandi.

Saya menangis apabila mengingat akan keadaannya, akhirnya pembantu itu saya suruh pulang agar bisa menyalurkan air sususnya dan dia sehat dan anaknya juga bisa sehat. Mungkin dengan itu akhirnya sakit saya sembuh Dokter."

Dokter itupun akhirnya tersadar, bahwa diagnosa dan sakit apapun bisa sembuh karena ALLAH SWT memang menghendakinya, 'Obatilah orang yang sakit dengan sedekah…'

Begitu... :D

"RAHASIA DIBALIK WUDHU"


untuk pengetahuan bersama,,

1). ketika berkumur,
berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, ampunilah
dosa mulut dan lidahku ini".

2). ketika membasuh muka,
beniatlah kamu dengan, "Ya Allah, putihkanlah
mukaku di akhirat kelak. janganlah KAU hitamkan
muka ini".

3). ketika membasuh tangan kanan,
berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, berikanlah
hisab-hisab ku di tangan kanan ku ini".

4). ketika membasuh tangan kiri,
berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, Janganlah kau
berikan hisab-hisab ku di tangan kiri ku ini".

5). ketika membasuh kepala,
berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, lindungilah
daku dari terik matahari di padang Mahsyar
dengan Arasy-Mu".

6). ketika membasuh telinga,
berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, ampunilah
dosa telingaku ini".

7). ketika membasuh kaki kanan,
berniatlah kamu dengan, "Ya Allah,
permudahkanlah aku melintasi titian Shiratul
Mustaqim".

8). ketika membasuh kaki kiri,
berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, bawakanlah
daku pergi ke masjid-masjid, surau-surau dan
bukan tempat-tempat maksiat".